Pengunjung yang budiman adalah yang memberikan Rate / Komen
Autisma, Special Education

Mengapa anak autis dianggap berbeda ?


fiqi

Autis

Perilaku penyandang autis berbeda dari perilaku normal. Autis memiliki perilaku yang berlebihan (excessive), perilaku yang berkekurangan (deficient), atau sampai ketingkat tidak ada perilaku. Perilaku adalah segala sesuatu yang dikerjakan, dilihat, diarasakan, didengar dari seseorang, atau yang anda lakukan sendiri. Perilaku berlebihan, contohnya seperti mengamuk (tantrum) dan stimulasi diri (rangsangan terhadap diri sendiri).[1]

Anak autis juga cenderung berbicara nonverbal, sedikit suara, atau sedikit kata-kata, dan ada pula yang echolalia (membeo). Misalnya, saat ditanya, “Nama kamu siapa?” bukannya menjawab dengan benar, tetapi  merespons dengan mengatakan, “Nama kamu siapa?” (echolalia cepat). Atau ketika ia dirumah tiba-tiba ia mengulang perintah gurunya yang didapatkan anak di sekolah, kata per kata (echolalia lambat).[2]

Abnormalitas bahasa lain yang umum terdapat dalam pembicaraan anak-anak autis adalah pembalikan kata ganti. Anak-anak merujuk dirinya sendiri dengan kata ganti “ia”, “dia”, atau “kamu” atau dengan menyebut nama mereka sendiri. Pembalikan kata ganti berkaitan erat dengan echolalia. Karena anak-anak autis sering kali berbicara echolalia, mereka menujuk diri sendiri seperti yang mereka dengar ketika orang lain berbicara tentang mereka dan salah menerapkan kata ganti tersebut.[3]

Contohnya               : Kamu sedang apa, johnny?

Anak                        : Ia ada di sini

Orang tua                 : Apakah kamu merasa senang?

Anak                                    : Ia tahu itu

Kemudian keanehan dalam berkomunikasi yang sering dilakukan oleh kebanyakan anak-anak autis adalah, Neologisme (kata-kata ciptaan) yang digunakan dengan cara yang tidak umum dilakukan yang merupakan karakteristik lain dalam pembicaraan anak-anak yang menderita autis. Biasanya anak yang berumur 2 tahun dapat mengucapkan milk “susu”, tetapi anak-anak autis mempunyai bahasa lain untuk menyebut susu yaitu “moyee”. Ini terus dilakukan hingga melewati masa di mana anak-anak normal yang sebayanya dapat mengucapkan “milk”.[4]

Perilaku ini adalah berlebihan yang pastinya akan mengganggu orang lain dimanapun, karena perilaku ini tidak umum terlihat di masyarakat. Anak autis berbeda antara satu dan yang lainnya.

Anak-anak autisme kadang-kadang melakukan kontak mata, namun pandangan mata mereka memiliki kualitas yang tidak wajar. Anak-anak yang berkembang secara normal menatap untuk mendapatkan perhatian orang lain atau untuk mengarahkan perhatian orang lain tersebut ke suatu objek, sedangkan anak-anak dengan autisme umumnya tidak demikian, mereka hanya menatap saja. (Mirenda, Donellan, & Yoder, 1983).[5]

Yang menyebabkan semua ini terutama adalah karena anak autis cenderung berfantasi dengan dunianya sendiri, dan ini berimplikasi kepada perkembangan bahasanya yang semakin tertinggal dibanding anak-anak normal lainnya, dan semakin tersingkir dari kehidupan sosialnya. Ketika dalam keramaian, teman-temannya yang lain sedang bermain, yang dilakukan seorang anak autis adalah mengoceh (babbing) sendirian, atau mengulangi kata-kata yang telah ia dengar dari iklan di televisi, kata-kata gurunya, dan sebagainya. Dan tidak pernah terlebih dahulu mendahului untuk mengajak bermain, menyapa, tersenyum dan sebagainya.


[1] DS.Prasetyono. Op.cit Hal.25

[2] DS.Prasetyono. Op.cit Hal.26

[3] Gerald C Davison, John M Neale, Ann M Kring. Op.cit Hal.722

[4] Gerald C Davison, John M Neale, Ann M Kring. Ibid

[5] Gerald C davison, John M neale, Ann M. Kring. Loc.cit Hal.720

About ariefhidayat90

asik...asik

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Masukan alamat email Anda, maka Anda akan akan update tulisan terbaru dari blog ini

Bergabunglah dengan 5 pengikut lainnya

free counters
%d blogger menyukai ini: