Pengunjung yang budiman adalah yang memberikan Rate / Komen
Organisasi

Murnikah Perjuangan Kita, Untuk Rakyat ?


(Maaf Kalo repost)

Murnikah perjuangan kita

murnikah perjuangan kita?

Kebijakan organisasi yang elitis dan politis jauh dari cita-cita dasar pembentukan OKP sendiri.
Melihat sejarah berdirinya OKP-OKP di Indonesia, diawali dari sebuah kesadaran tentang masalah-masalah sosial kemasyarakatan. Semangat ini muncul sebagai respons ketidakadilan terhadap kelompok yang tertindas. Maka, semangat yang terbangun adalah sebagai pihak oposisi bagi pemerintahan.
Seperti awal berdirinya organisasi tertua, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). OKP ini berdiri atas kesadaran kondisi bangsa Indonesia yang baru merdeka pada saat itu dihadapkan pada pemberontakan-pemberontakan dari dalam. Belum terwadahinya kekuatan pemuda dan mahasiswa yang memiliki latar belakang agama Islam.
Pada klahirannya pada 1947, kekuatan Islam didominasi partai politik, yaitu Masyumi. Menjawab permasalahan bangsa tersebut, dideklarasikan sebuah OKP bernama HMI oleh Larfan Pane. OKP ini mencitrakan diri sebagai organisasi kader dan nonpolitik.
Muncullah kader-kader umat dan bangsa dari OKP ini. Seperti almarhum Cak Nur, sampai generasi bangsa terakhir Anas Urbaningrum. Tidak heran HMI sebagai OKP paling mendapat respons positif dari kalangan akademis dan mahasiswa.
Wajar jika HMI sebagai organisasi tertua memiliki basic resoursis yang lumayan besar. Berawal dari keterlibatan dalam penumpasan pemberontakan PKI pada tahun 1984 dan 1965, HMI kala itu menjadi satu-satunya OKP yang dianggap paling berjasa dalam menjaga ideologi negara yaitu Pancasila.
Sejak saat itu HMI seperti “anak mas” negara. Kondisi ini mendorong banyaknya kader HMI sangat mudah masuk kalangan birokrat dan politisi. Posisi OKP yang independen kemudian bergeser menjadi OKP korporasi negara. Ini bertahan hingga tahun 1990-an.
Timbul arus besar yang dinamakan reformasi sebagai respons terhadap rezim Orde Baru yang otoriter. Pada posisi ini HMI dihadapkan pada dilema. Di satu sisi harus tetap menjaga independensi sebagai pejuang rakyat, di sisi lain HMI harus memukul sendiri para seniornya yang berada di lingkar kekuasaan.
Alternatif yang timbul kemudian adalah “ganti baju”, yaitu menciptakan organ baru guna terlibat dalam arus besar reformasi. Kota Malang sebagai saksi sejarah berdirinya OKP termuda di Indonesia. Berawal dari pertemuan Lembaga Dakwah Kampus yang diikuti 200 utusan, dideklarasikan organ taktis bernama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Tidak jauh berbeda dengan HMI, KAMMI juga memiliki basik ideologi Islam. Metode pengaderan mengadopsi sejumlah pengaderan di tubuh induknya (HMI).
OKP ini kemudian berkembang dan menjadi alternatif wadah bagi pemuda dan mahasiswa Islam di luar HMI yang pada 1990-an mulai ditinggalkan.
KAMMI tidak terlepas dari godaan politik dan kekuasaan. Walaupun relatif masih muda dibanding OKP-OKP lain, kemampuan mobilisasi massa dengan simbol-simbol keagamaannya tak heran banyak partai melirik kiprah KAMMI.
Partai melihat KAMMI cukup mampu digunakan sebagai basis dukungan di kalangan pemuda dan mahasiswa dengan ikatan ideologi Islam yang cukup kuat.
Bersamaan dengan citra partai politik yang semakin menurun, sebagian golongan intelektual menengah mendirikan Partai Keadilan Sejahtera. Entah kebetulan atau disengaja, PKS mengambil KAMMI sebagai basis dukungan dan motor penggerak di akar rumput bagi kiprah partai politik ini.
Asumsinya cukup beralasan, guna membuktikan afiliasi politik KAMMI dan Partai Keadilan Sejahtera. Kebijakan DPP PKS selalu diikuti oleh sepak terjang yang dilakukan KAMMI di tingkat bawah.
Bukti yang paling mencolok adalah ketika di era Presiden Megawati, PKS dengan lantang menyuarakan oposisi. Tak heran jika KAMMI pada tingkatan mahasiswa sangat keras menolak kebijakan kenaikan BBM pada era tersebut. Kondisi antiklimaks pada saat era Presiden SBY, PKS dengan tegas menyatakan sebagai pendukung pemerintahan SBY.
Karena itu, arus penolakan terhadap kenaikan BBM yang dilakukan pemerintahan SBY dari KAMMI tidak terlalu keras dan lantang dibanding era Megawati. Wajar jika saya bertanya ada apa ini?
Tidak heran juga mulai 2000-an OKP ini juga ditinggal para peminatnya. Meskipun KAMMI tetap menjadi penguasa struktur ormawa kampus-kampus bergengsi di Indonesia.
Ibaratnya, KAMMI telah terseret arus politik cukup dalam. Padahal, mereka seharusnya bisa belajar pada “kakak tua” (HMI) yang juga mengalami kemunduran akibat ikut terlibat dalam arus politik dan lupa akan perkaderan.
Akankah OKP-OKP mengikuti angkah-langkah mereka? Jangan jadikan OKP Anda sebagai penjilat kekuasaan. Jadikan OKP sebagai suara pembebasan rakyat.***

About ariefhidayat90

asik...asik

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Masukan alamat email Anda, maka Anda akan akan update tulisan terbaru dari blog ini

Bergabunglah dengan 5 pengikut lainnya

free counters
%d blogger menyukai ini: